Selasa, 12 Maret 2013

Jember Fashion Carnaval








Yap! JFC.
Yang bekecipung di dunia desain pastilah tau. Ya, Ini bukan topik baru untuk dibahas, tapi saya suka..
Saya suka cara event ini membranding kota Jember. JFC merupakan event yang dikemas seperti karnaval, dan setiap tahun pasti digelar dan di tunggu-tunggu. Ini menurut pengamatan saya, jika suatu event itu digelar berkesinambungan, kelebihan yang dimiliki  secara tidak langsung adalah event akan bertambah besar dan menjadi ditunggu-tunggu banyak orang. Ini juga yang terjadi di JFC.
Karnaval yang disajikan JFC meliputi karnaval berbusana, dan tahun 2013 ini akan diadakan 20-25 agustus 2013 nanti dengan tema 'artechsion'. Ya, jadi kita akan membahas JFC secara keseluruhan saja. Peserta JFC ada sekitar 400 peserta, mereka memeragakan busana dan berjalan-jalan di jalan utama Jember, Jawa Timur. Carnaval ini disaksikan ratusan ribu penonton di kanan kiri jalan.
Para peraga biasanya dibagi dalam 8 defile, yang masing-masing mencerminkan trend busana dari tahun yang bersangkutan. Defile yang pertama adalah defile archipelago, defile ini mengangkat busana nasional dari daerah tertentu secara berkala seperti Jawa-Bali-Sumatera dan seterusnya.. Defile lainnya mengangkat tema fashion yang sedang trend apakah dari suatu negara, kelompok tertentu, film, kejadian atau peristiwa global lainnya. Semua busana dibuat dalam bentuk kostum yang kesemuanya dikompetisikan untuk meraih penghargaan-penghargaan.
Dari segi Branding saya melihat JFC ini sebagai cara membranding daerah Jember yang notabene bukan kota besar di Indonesia, melalui penciptaan maha karya maupun penggalian- penggalian budaya lama. Fashion Carnaval dengan tema trend fashion dunia tidak dimiliki oleh daerah lain, bahkan di dunia pun belum ada yang mengangkat potensi ini.
Melalui penyelenggaraan event yang digagas oleh Dynand Fariz memiliki konsep yang jelas, SDM yang berkualitas (dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Jember), dan berkesinambungan, maka akan menjadi potensi unggulan yang bisa berpengaruh terhadap pengembangan potensi daerah - daerah di Indonesia lainnya.
Diluar segi pemasaran dan publikasi yang begitu baik, ditinjau dari grafis, JFC kurang memiliki sistem branding yang baik. Baru, mulai dari JFC ke 7. JFC mempertahankan logotype JFC yang digunakan dalam logo. Logo sendiri adalah hal yang paling dasar dari sistem branding Jadi logo bersifat dinamis, tergantung tema acara tahunan, dengan logotype 'JFC' tetap diterapkan. Akan tetapi tidak semua media grafis JFC tersistem dengan baik. Dalam beberapa media tertentu logotype dan logo mengalami perubahan yang cukup banyak. Dari warna maupun bentuk, bahkan sama sekali tidak serupa.





Bahkan jika kita kunjungi situsnya, www.jemberfashioncarnaval.com kita tidak akan menemukan sistem grafis, Hanya seputar website yang berawal dari templete, foto dokumentasi dan berita acara. Sangat disayangkan untuk event yang sangat kreatif ini. Yang saya amati, pembrandingan event ini didukung dengan pengadaannya yang secara berkala, dri segi publikasinya juga. Namun dari segi media desain dan media promosi masih dirasa kurang memumpuni. (LNG)


1 komentar:

  1. Wah ini sih bisa diulik jadi proposal riset dan TA... lanjuuut...

    BalasHapus