Selasa, 11 Juni 2013

Usaha menarik dari Cokelat



            Dapur Cokelat merupakan tempat berbagai aneka olahan cokelat dijual. Dapur Cokelat terletak di Jl. Biliton 77-79, Surabaya. Dapur cokelat dikunjungi oleh berbagai macam orang, rata-rata dikunjungi oleh anak-anak muda, baik pria maupun wanita. Tanpa membedakan kelas konsumen, Dapur Cokelat menjaga hubungan dengan memberikan pelayanan yang baik, menjaga kualitas dan kuantitas produknya, dan kebersihan produk maupun tempat. Pada hari-hari biasa, Dapur Cokelat ramai dikunjungi pengunjung dan akan lebih ramai lagi saat ada event-event tertentu seperti promo, anniversary, atau acara lainnya. Selain dapat langsung membeli produk yang ada disana, konsumen juga dapat mendesain sendiri produk yang diinginkan dengan harga tertentu. Dalam menghias ruangan biasanya disesuaikan dengan tema yang sedang in pada saat itu, sehingga produk-produk maupun dekorasi ruangan mengacu pada tema tersebut. Dari sinilah citra Dapur Cokelat terbentuk. 



Melalui keunikan dan kekhasan yang dimiliknya, terutama saat diadakan acara yang dirayakan secara nasional, Dapur Cokelat mampu membujuk pengunjung untuk datang membeli cokelat. Setiap produk memiliki ukuran yang berbeda-beda, baik dari segi bentuk maupun harga. Produk unggulan yang dimiliki adalah Hazelnut Praline dan Coklat Praline. Selera konsumen memang tidak sama, namun ada kecenderungan menyukai satu produk, yaitu coklat praline yang bentuknya kecil-kecil dan harganya terjangkau. Tindakan konsumsi yang dilakukan konsumen pun dapat dikatakan hanya menghabiskan nilai makna, contohnya membeli cake cokelat limited edition, pengunjung rela menghabiskan waktu dan uang demi mendapatkan kue tersebut. Konsumen yang suka cokelat akan menghabiskan waktu dan uangnya hanya untuk mendapatkan kesenangan dari cokelat. Dapur Cokelat yang memiliki sirkulasi penjualan yang teratur ini tidak menjalin hubungan kerja sama dengan pihak manapun. Juga tidak melakukan expor produk-produknya. Dapur Cokelat mempromosikan produk-produknya hanya dari iklan big board yang berada di depan toko karena produknya telah terkenal. Impor cokelat dilakukan untuk memberikan suguhan yang begitu nikmat tanpa harus membayar mahal. Dapur Cokelat juga menawarkan delivery service bagi para konsumen yang ingin memesan tanpa harus keluar rumah, jangkauan terjauh adalah wilayah Sidoarjo.



Desain Raja Inovasi Gadget


Sejak berdirinya apple tahun 1976, hingga saat ini, apple mengalami beberapa kali perubahan logo seiring perkembangan perusahaan dan berubahnya gaya hidup di masyarakat. Gambar pertama dibawah adalah gambar logo apple yang pertama, diciptakan pada tahun 1976 oleh Ronald Wayne.



   Saat itu apple baru meluncurkan komputer Apple 1 dan Apple 2 . Pada logo, digambarkan seorang Isaac Newton sedang duduk dibawah pohon apel (ia menemukan gaya gravitasi saat duduk dibawah pohon apel). Pohon apel yang dimaksud adalah pohon apel pengetahuan terlarang dalam cerita Adam dan Hawa. Logo pertama Apple terlihat sangat berbeda dengan logo Apple yang sekarang, perbedaan mendasar terletak pada tingkat kerumitan dalam logo. Steve jobs, salah satu pendiri apple menganggap logo ini terlalu intelektual dan detail, sehingga sulit diingat. Fakta tersebut membuat logo ini hanya digunakan satu tahun.
Pada tahun 1977, Steve jobs meminta Rob Janoff mendesain ulang logo apple. Logo apple selanjutnya lebih sederhana, terlihat buah apel yang tergigit (bite) dibaca seperti byte yang berarti satuan dalam kalkulasi komputer, sehingga makna logo lebih tersampaikan secara visual maupun secara aplikatif.
Stilasi buah apel di logo perusahaan Apple tersebut diisi dengan garis-garis warna- warni, garis pelangi yang urutannya tidak benar. Urutan yang tidak benar ini bukan dengan tidak disengaja dibuat Rob Janoff, melainkan melambangkan keluar dari aturan yang sudah ada maksudnya adalah keberanian dan kebebasan perusahaan apple untuk merevolusi teknologi. Selain itu warna-warna ini melambangkan vibrasi energy yaitu energy dari warna-warna pelangi,  serta komputer apple 2 lebih banyak menampilkan warna. Logo kedua yang dibuat pada era 70an ini dipengaruhi gaya hidup hippies. Sehingga logo menggunakan warna-warna yang cerah.
File written by Adobe Photoshop® 4.0
Gaya hippies

Pemakaian logo kedua ini dinilai kurang menjanjikan, dan ternyata memang omset penjualan produk Apple kala itu (apple2) kurang menjanjikan. Lalu para pendiri Apple membuat produk baru mereka yang dinamai macintosh, saat dibandingkan dengan apple 2, macintosh jauh lebih baik. Macintosh pun dipasarkan, dan mendapat respon yang positif dari masyarakat, penjualannya sukses di dunia.
Menurut Meyer Saphiro, gaya adalah bentuk konstan terkadang elemen konstan, kualitas, ekspresi. Dalam seni individu atau kelompok, gaya adalah suatu bentuk sistem. Apple mempunyai gaya yang khas, dan tersistem untuk menjadikan apple sebuah perushaan raksasa yang inovatif di masa depan, karena ke konsistenan apple dalam menghadirkan produk yang inovatif.
Penjualan produk-produk apple yang menguasai dunia, membawa perubahan image Apple menjadi barang yang berkelas membawa perubahan pula pada logonya. Digunakan sejak 1998, logo Apple menjadi sangat sederhana dengan memakai satu warna, yaitu silver, kadang putih. Perubahan ini membawa dampak pada desain produk-produknya yang tampak lebih minimalis, hal ini berkaitan dengan gaya hidup masyarakat yang semakin mengagungkan gaya hidup minimalis. Gaya hidup minimalis terlihat dari produk-produk Apple, contohnya pada mouse Apple sekarang yang hanya memakai satu tombol dan menggunakan teknologi nirkabel (tanpa kabel). Apple berusaha membuat teknis dalam berkomputer semakin sederhana.

            Pada produk Apple yang lain juga dapat kita lihat perbedaan yang mendasar antara teknologi Apple dengan teknologi dari perusahaan lain. Misalnya untuk accelerometer pada ipod dan iphone yang memakai sistem deteksi gravitasi, Apple menjadi pioneer dalam teknologi ini yang kemudian teknologi ini mulai diikuti oleh perusahaan lainnya. Dalam dekade terakhir ini Apple mencoba membawa kita ke loncatan teknologi dengan menyiapkan iphone5 yang memiliki fitur layar hologram yang tentunya perusahaan lain masih berkutat dengan layar LCD maupun LED.
            Lebih dari 275 juta unit yang sudah terjual hanya untuk  produk ipod saja, sementara iphone 4s terjual 4 juta unit dalam sepekan pada waktu peluncuran pertamanya (Jawa Pos minggu 25 September 2011) hal ini membuktikan bahwa Apple mempunyai konsistensi penjualan produknya yang tentunya diikuti oleh peningkatan jumlah konsumen fanatik Apple. Produk Apple yang berkualitas membuat para konsumen biasanya tidak berpindah ke merk lain, selain itu Apple juga selalu menawarkan inovasi yang selaras dengan pola gaya hidup masyarakat saat ini yang menuntut inovasi lebih pada suatu produk / karya. Dalam salah satu bukunya, David Channey mengutarakan akan gaya hidup yang cenderung terfokus pada tema-tema sosial tertentu dan menampilkan persoalan-persoalan yang berulang.
            Apple selalu membidik segmen-segmen yang sangat khusus, untuk produk ipod saja, apple membuat beberapa versi mulai dari yang berkapasitas besar sampai yang sekedar untuk aksesoris saja. Ipod 16 GB dan 32 GB ditujukan pada mereka yang sangat menyukai musik dan entertainment. Ipod nano diciptakan bagi mereka yang memasuki usia remaja sehingga diciptakan dengan warna-warna yang beragam yang sesuai dengan jiwa remaja. Ipod shuffle ditujukan bagi mereka yang suka berolahraga sambil mendengarkan musik.


Apple inc. tidak pernah mengikuti mainstream mode dalam pasar, mereka justru menciptakan mode itu sendiri. Gaya hidup akibat gadget sekarang ini di dominasi oleh gaya hidup yang diciptakan dari produk-produk keluaran apple. Menurut David Channey dalam bukunya yang berjudul lifestyles sebuah pengantar komperhensif, menyatakan bahwa afinitas tertentu dalam citarasa bersama adalah apa yang membedakan gaya hidup seseorang dengan yang lainnya, dan dengan demikian sensibilitas adalah fokus perhatian yang berulang-ulang bagi semua gaya hidup. Apple dengan inovasi teknologi yang digabung dengan citarasa seni dalam produknya dapat membedakan diri dengan produk sejenis dan mempunyai gaya hidup yang khas. Dengan sikap independen Apple yang memfokuskan diri pada lifestyle, Apple  menciptakan gap dengan merk lainnya. Hal ini tentu membuat Apple secara tidak langsung membranding diri sebagai raja inovasi teknologi gadget.

Usung Tema 'Rumah Jawa-Belanda'



Dewasa ini bisnis coffee shop semakin meluas dikalangan masyarakat. Dan saya adalah orang yang termasuk gemar mengunjungi berbagai coffee shop yang ada di kota Surabaya. Dan baru-baru ini saya menemukan coffee shop baru yang tempatnya sangat nyaman. Tempatnya tidak di tengah kota, tetapi tempat tersebut cukup mudah untuk di jangkau karena letaknya tidak jauh dari tempat saya kuliah (ITS). Namanya Oost Koffie & Thee. Terletak di jalan Kaliwaron 60, Surabaya. Konsep yang ditawarkan cukup menarik. Kolonial Belanda dan Jawa Klasik. Yang paling saya suka dari coffee shop ini yaitu suasananya, mulai interior sampe alunan musik yang diputar membuat kita seolah-olah seperti dirumah sendiri. Dan apabila ada pengunjung lain, itu seperti anggota keluarga sendiri. 



Saya melakukan wawancara kecil dengan owner kafe, Widyoseno Estitoyo. Banyak sekali fakta-fakta menarik tentang kafe ini. Munculnya ide mendirikan cafe ini berawal dari keinginan orang tua mas Seno yang ingin punya Cafe dan Pujasera. mas Seno lebih memilih untuk handle cafenya, dan sejak itu ia mulai memikirkan konsepnya. Ia melihat banyak sekali cafe kopi bermunculan, padahal masyarakat Indonesia lebih banyak peminum teh. Akhirnya ia memilih untuk bermain di segmen ini. Mulailah ia cari berbagai info tentang Teh dan cara meramunya. Untuk konsep Cafenya sendiri ia terinspirasi dari pengalamannya selama study di Belanda. Ia mengadopsi nuansa cafe disana dan dipadu dengan konsep Jawa.




Pertama kali masuk cafe ini, nuansa Jawa dan Belanda langsung terasa dari interior desainnya yang khas, dan makin kuat saat melihat buku menunya yang beralaskan talenan dengan gantungan mungil berbentuk sepatu belanda. Kalau kata pemiliknya, buku menu ini khas Belanda banget. Simple, tanpa photo dan lebih banyak memberikan informasi mengenai menu-menu yang ditawarkan.
Dulunya menu kopi ditampilkan lebih dulu ternyata peminat teh lebih banyak akhirnya ia merubah susunannya dengan menampilkan menu teh terlebih dahulu.

Pengunjung OOST beraneka ragam, dari anak muda hingga orang dewasa, mas Seno sendiri mengatakan dengan mengusung konsep yang unik, target pasar OOST meluas, "saya nggak mau idealis dengan banyaknya perkembangan. Alhamdulillah lebih baik dari harapan sebelumnya." Ujar Pria bertubuh jangkung ini. (LNG)

Selasa, 07 Mei 2013

Denim show for Surabaya




Sejumlah model memperagakan busana rancangan desainer-desainer berbakat saat gelaran SURABAYA FASHION PARADE 2013 di Convention Hall Tunjungan Plaza, Surabaya, tanggal 1 hingga 5 mei 2013. Dalam fashion show tersebut tampil juga peragaan desainer ternama, yakni Phillip Iswardono dan Putu Aliki, Philip menampilkan busana rancangannya yang menggunakan bahan dasar kain tenun lurik, sementara Putu Aliki menampilkan busana yang lebih terkesan ready to wear. Serabaya Fashion Parade adalah Event tahunan yang diselegggarakan Tunjungan Plaza Surabaya untuk para Desainer di Jawa Timur. SFP kali ini adalah yang ke enam kalinya diadakan. SFP memiliki sub event kompetisi untuk para desainer dan model yakni SURABAYA FASHION DESIGNER AWARD 2013, yang terbagi dalam beberapa kategori. Antara lain: Kategori Umum, Kategori Young, Kid’s Wear Fashion Design Competition 2013, Surabaya Model Search 2013, Surabaya Fashion Illustration Award 2013




 Surabaya Fashion Parade adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap dunia fashion khususnya desainer Jawa Timur, Tunjungan Plaza Surabaya pun mengadakan event tahunan fashion ini diperuntukkan khusus desainer Jatim, namun pada kenyataannya pesertanya tidak hanya diikuti oleh desainer Jawa Timur. Namun juga luar Jawa Timur.  Pada event ini juga APPMI (Assosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) Jawa Timur ikut memperagakan seluruh koleksi mereka. Dan tidak ketinggalan diundang juga beberapa desainer tamu dari Jakarta untuk memperagakan hasil karya mereka yang bisa menjadi referensi dan acuan bagi para desainer muda di Jawa Timur. Selain kompetisi, dan peragaan busana dari Putu Aliki dan Philip Iswardono, ada juga penampilan dari DENIMix by APPMI Jati, Designer's Etalage, Exclusive Fashion Show, Guest Designers Show.

Beragam kreativitas ditampilkan desainer muda berbakat pada ajang Surabaya Fashion Parade pada hari Rabu, 1 Mei di Hall Tunjungan Plaza. Diantaranya adalah Nurina Ayuningtyas, Siswi Tata Busana di Susan Budiharjo Surabaya. Ia  menampilkan desain baju yang memadukan warna oranye cerah dengan motif batik dan denim abu-abu polos , serasi dari atasan, bawahan dan sepatunya. Pemenang juara 3 kategori young desainer ini mengungkapkan “Konsep ini sebenarnya sederhana, hanya mengflip bagian motif batik dengan bagian denim, saya juga tidak menyangka saat bajunya jadi hasilnya akan sebagus ini, modelnya pun membawakan baju saya dengan sangat baik. Intinya saya senang lah.” Ungkap wanita yang baru memasuki tahun pertamanya di sekolah busana Susan Budiharjo ini. Ada Juga, Arief Susanto, mahasiswa Desain Produk Industri ITS tahun ketiga, yang mengaku kompetisi ini diwajibkan oleh dosen di salah satu mata kuliah, yakni desain fashion di kampusnya. “Saya sangat senang bisa bertemu desainer-desainer hebat, kenalan sama model, dan lain-lain soalnya kalo mau jadi desainer fashion kan juga harus punya banyak link juga, selain itu kita bisa nampan eksis karya kita, walaupun nggak menang nggak masalah karena semuanya sudah membuat saya senang. Apalagi waktu turun panggung ada yang minta CP, ngasih job, malah seneng lagi.” Kata pria jangkung umur 22 Tahun yang berharap SFP semakin baik dan berkelas untuk kedepannya, setidaknya seperti yang di ibu kota.





Surabaya Fashion Parade 2013 diharapkan menjadi Trend Setter Nasional. Gelaran Surabaya Fashion Parade 2013 berakhir sempurna dengan 80-an rancangan dari anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia. Mereka di antaranya, Denny Djoewardi, Alphiana Chandrajani, Elok Rege Napio, Melia Wijaya, Yunita Kosasih, Ayok Dwipancara, Lenny Kurniawati, Lilik Suhariyati, Lia Afif dan lain-lainnya. Dengan dihadirkannya karya-karya desainer Jatim dalam acara bertajuk Denim Innofashion ini, maka Surabaya Fashion Parade 2013 bakal hadir menemui fashionista Jatim pada tahun 2014 mendatang. “Sejak 1 Mei kita berturut-turut menampilkan konsep kasual dengan bahan jeans yang sangat ready to wear, semoga ini bisa menjadi trend setter fashion tahun ini,” harap Brigiv Aditya, salah satu media promotion di Tunjungan Plasa Surabaya.

Tak heran, pula pada penutupan ajang yang sudah digelar selama enam kali ini, para desainer menampilkan karya unik, etnik, elegan tapi tetap bisa untuk ready to wear atau diproduksi banyak. (LNG)


Photos taken from google.com/surabaya fashion parade


Selasa, 19 Maret 2013

FUN RUNNING Part.2 #HITS THE VIOLENCE



Kemarin, hari minggu tanggal 17 Maret 2013. Saya ikutan acara ‘FUN RUNNING’ #Hits the violence di Balai Pemuda Surabaya, acara ini diadakan oleh ‘Prambors.fm’ serentak di 8 Kota besar di Indonesia. Tema yang diangkat adalah anti kekerasan. Acara ini diadakan untuk kedua kalinya, dalam rangka ulang tahun Prambors yang ke 42 tahun. Jurnal dan dokumentasi ini saya ambil sendiri berdasarkan hasil pengamatan saya.

Jadi, acara ini membawahi 5000 anak muda, yang akan berlari dengan rute yang di tentukan, sebagai tanda bahwa mereka, yang ikut lari ini menolak kekerasan. Saat saya menanyakan pada salah satu panitia FUN RUNNING ini, di Surabaya sendiri pendaftarnya sudah mencapai 1000 orang anak muda sendiri. Padahal acara ini akan ada di banyak kota besar di Indonesia. Siap saja branding kampanye acara ini, juga lewat poster. Berikut posternya:




Poster FUN RUNNING (Atas-bawah) Jakarta, Surabaya dan Medan

Lalu juga di sosial media, dan di radionya sendiri tentunya. Dalam publikasinya, peserta FUN RUNNING di sosialisasikan untuk mengenakan baju putih, dan kacamata hitam, serata berpenampilan yang kece abis.. Yap, dan benar saja seluruh peserta mematuhinya. Pukul 6 pagi tepat, mulai mengumpul di Balai Pemuda Surabaya. 1000 Anak muda Surabaya yang berani meneriakkan anti kekerasan berkumpul. Tidak hanya itu, komunitas-komunitas di Surabaya juga ikut memeriahkan, antara lain komunitas ‘Surabaya Tidak Biasa’, ‘Indo Runner’, ‘Yosakoi Surabaya’, ‘Hijabers Surabaya’, dan masih banyak lagi. Setelah mengumpulkan dan membariskan para peserta, pukul 7 pagi mulailah pemanasan yang dipimpin komunitas ‘Indo Runner’ lalu ada penampilan flashmob dari Despro ITS dalam rangka publikasi acara Ide Art 2013. Setelah itu Peserta di giring ke depan dan mulai berlari dipimpin komunitas ‘Indo Runner’ lagi.


Pemanasan dan Start Running

Pos#1 Berhenti di Bambu Runcing Surabaya, disitu mereka melakukan aksi saling melemparkan tepung warna warni sebagai simbol mereka anti kekerasan, dan meneriakkan anti kekerasan di jalanan. Pos#2 Di McD Basuki Rahmat, disitu peserta dibagikan balon warna-warni yang nanti akan diterbangkan di Balai Pemuda lagi. Lalu peserta berlari lagi sambil membawa balon dan kembali lagi ke Balai Pemuda.


Salah satu penampilan dalam acara Fun Running Part.2 : Reog Ponorogo

Sesampainya di Balai Pemuda, peserta di sambut oleh penampilan Yosakoi dari Sastra Jepang UNESA, lalu ada teatrikal, Games, bagi2 hadiah dari Sponsor, Reog ponorogo, dance dari HeavyBucksStyles, penerbangan balon, Harlem Shake terbesar di Surabaya, dan ditutup oleh Stand Up Comedy dari Akbar. Acara ini saya nilai sangat positif, dilihat dari pengadaannya untuk kedua kalinya acara ini dinilai sukses. Mengajak para anak muda untuk menolak kekerasan dengan kampanye positif, yakni lari pagi. Dari sisi Branding, Panitia acara ini mengalami beberapa kesulitan, misalnya untuk video teaser. Lalu panitia meminta Despro untuk membuatkan video teaser FUN RUNNING #hitstheviolence . Berikut video yang dibuat oleh mahasiswa Despro sebagai video teaser acara ini:


Dan berikut video FUN RUNNING part.1 yang dinilai kurang baik oleh panitia sendiri:



Warna yang digunakan untuk branding sendiri adalah Merah, Biru, dan Kuning, warna tersebut juga diterapkan di Poster, di Backdrop. Poster saja, mengedit sedikit dari poster Fun Running di Jakarta. Tidak seperti kota yang lain yang membuat desain poster baru. Begitu juga dengan logo, yang cukup menggunakan logotype dan tidak ada logogramnya. Sebenarnya yang disayangkan tidak banyak media Desain yang digunakan dalam acara yang cukup besar ini. Untuk masuk saja, cukup menunjukkan dari handphone kalau kita sudah memfollow akun twiter Prambors.fm, dan tidak ada nama, atau identitas panitia yang membedakan diri dengan peserta. Di dalam acara ada sektor yang bisa digunakan untuk berfoto, namun backdrop belakangnya juga tidak mengikuti sistem desainnya. Tidak ada banner atau umbul-umbul acara, yang saya nilai panitia tidak cukup siap dalam hal desain. Dan panitia yang saya kenal juga mengeluhkan kesulitan dalam hal desain.


Sektor foto, dan backdrop panggung utama

Pada dasarnya acara ini sukses, dari segi marketing dan publikasi, dilihat dari banyaknya peliput juga seperti majalah Provoke, SBO, Event Surabaya, dll. Sponsornya juga cukup banyak. Namun dari aspek dan elemen desainnya tidak bisa dikatakan sebagai pendukung yang berpengaruh dalam suksesnya acara ini. FUN RUNNING Part.2 #hitstheviolence. (LNG)

Selasa, 12 Maret 2013

Jember Fashion Carnaval








Yap! JFC.
Yang bekecipung di dunia desain pastilah tau. Ya, Ini bukan topik baru untuk dibahas, tapi saya suka..
Saya suka cara event ini membranding kota Jember. JFC merupakan event yang dikemas seperti karnaval, dan setiap tahun pasti digelar dan di tunggu-tunggu. Ini menurut pengamatan saya, jika suatu event itu digelar berkesinambungan, kelebihan yang dimiliki  secara tidak langsung adalah event akan bertambah besar dan menjadi ditunggu-tunggu banyak orang. Ini juga yang terjadi di JFC.
Karnaval yang disajikan JFC meliputi karnaval berbusana, dan tahun 2013 ini akan diadakan 20-25 agustus 2013 nanti dengan tema 'artechsion'. Ya, jadi kita akan membahas JFC secara keseluruhan saja. Peserta JFC ada sekitar 400 peserta, mereka memeragakan busana dan berjalan-jalan di jalan utama Jember, Jawa Timur. Carnaval ini disaksikan ratusan ribu penonton di kanan kiri jalan.
Para peraga biasanya dibagi dalam 8 defile, yang masing-masing mencerminkan trend busana dari tahun yang bersangkutan. Defile yang pertama adalah defile archipelago, defile ini mengangkat busana nasional dari daerah tertentu secara berkala seperti Jawa-Bali-Sumatera dan seterusnya.. Defile lainnya mengangkat tema fashion yang sedang trend apakah dari suatu negara, kelompok tertentu, film, kejadian atau peristiwa global lainnya. Semua busana dibuat dalam bentuk kostum yang kesemuanya dikompetisikan untuk meraih penghargaan-penghargaan.
Dari segi Branding saya melihat JFC ini sebagai cara membranding daerah Jember yang notabene bukan kota besar di Indonesia, melalui penciptaan maha karya maupun penggalian- penggalian budaya lama. Fashion Carnaval dengan tema trend fashion dunia tidak dimiliki oleh daerah lain, bahkan di dunia pun belum ada yang mengangkat potensi ini.
Melalui penyelenggaraan event yang digagas oleh Dynand Fariz memiliki konsep yang jelas, SDM yang berkualitas (dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Jember), dan berkesinambungan, maka akan menjadi potensi unggulan yang bisa berpengaruh terhadap pengembangan potensi daerah - daerah di Indonesia lainnya.
Diluar segi pemasaran dan publikasi yang begitu baik, ditinjau dari grafis, JFC kurang memiliki sistem branding yang baik. Baru, mulai dari JFC ke 7. JFC mempertahankan logotype JFC yang digunakan dalam logo. Logo sendiri adalah hal yang paling dasar dari sistem branding Jadi logo bersifat dinamis, tergantung tema acara tahunan, dengan logotype 'JFC' tetap diterapkan. Akan tetapi tidak semua media grafis JFC tersistem dengan baik. Dalam beberapa media tertentu logotype dan logo mengalami perubahan yang cukup banyak. Dari warna maupun bentuk, bahkan sama sekali tidak serupa.





Bahkan jika kita kunjungi situsnya, www.jemberfashioncarnaval.com kita tidak akan menemukan sistem grafis, Hanya seputar website yang berawal dari templete, foto dokumentasi dan berita acara. Sangat disayangkan untuk event yang sangat kreatif ini. Yang saya amati, pembrandingan event ini didukung dengan pengadaannya yang secara berkala, dri segi publikasinya juga. Namun dari segi media desain dan media promosi masih dirasa kurang memumpuni. (LNG)


Selasa, 05 Maret 2013

Hmm..

ya.. jadi seperti ini, Sebenarnya selama 3 minggu perkuliahan, saya bingung menemukan topik pembahasan yang tepat bagi saya. Apa yang saya suka dengan apa yang saya buat nanti adalah "kesesuaian" yang saya harapkan. Selama itu saya menulis hanya untuk menggenapi tugas, tapi kurang "gue banget". Jadi tanpa merubah keseluruhan isi blog dan tulisan yang ada didalamnya yang sudah saya buat, mulai saat ini saya sudah memutuskan untuk satu topik yang akan saya angkat dalam blog ini. yakni 'Event Branding' Ya.. yang saya gemari lebih ke graphic design dan branding, dan saya juga hobi menikmati acara. Mengingat juga perlu mengadakan interview. Jadi pilihan topik ini "pas banget buat gue" hahaha.. HAP! Jadi ini dia yang menyenangkan yang baru. Yang menyenangkan ya.. jalan-jalan.. ngikutin acara-acara sekitar :))