Selasa, 11 Juni 2013

Usaha menarik dari Cokelat



            Dapur Cokelat merupakan tempat berbagai aneka olahan cokelat dijual. Dapur Cokelat terletak di Jl. Biliton 77-79, Surabaya. Dapur cokelat dikunjungi oleh berbagai macam orang, rata-rata dikunjungi oleh anak-anak muda, baik pria maupun wanita. Tanpa membedakan kelas konsumen, Dapur Cokelat menjaga hubungan dengan memberikan pelayanan yang baik, menjaga kualitas dan kuantitas produknya, dan kebersihan produk maupun tempat. Pada hari-hari biasa, Dapur Cokelat ramai dikunjungi pengunjung dan akan lebih ramai lagi saat ada event-event tertentu seperti promo, anniversary, atau acara lainnya. Selain dapat langsung membeli produk yang ada disana, konsumen juga dapat mendesain sendiri produk yang diinginkan dengan harga tertentu. Dalam menghias ruangan biasanya disesuaikan dengan tema yang sedang in pada saat itu, sehingga produk-produk maupun dekorasi ruangan mengacu pada tema tersebut. Dari sinilah citra Dapur Cokelat terbentuk. 



Melalui keunikan dan kekhasan yang dimiliknya, terutama saat diadakan acara yang dirayakan secara nasional, Dapur Cokelat mampu membujuk pengunjung untuk datang membeli cokelat. Setiap produk memiliki ukuran yang berbeda-beda, baik dari segi bentuk maupun harga. Produk unggulan yang dimiliki adalah Hazelnut Praline dan Coklat Praline. Selera konsumen memang tidak sama, namun ada kecenderungan menyukai satu produk, yaitu coklat praline yang bentuknya kecil-kecil dan harganya terjangkau. Tindakan konsumsi yang dilakukan konsumen pun dapat dikatakan hanya menghabiskan nilai makna, contohnya membeli cake cokelat limited edition, pengunjung rela menghabiskan waktu dan uang demi mendapatkan kue tersebut. Konsumen yang suka cokelat akan menghabiskan waktu dan uangnya hanya untuk mendapatkan kesenangan dari cokelat. Dapur Cokelat yang memiliki sirkulasi penjualan yang teratur ini tidak menjalin hubungan kerja sama dengan pihak manapun. Juga tidak melakukan expor produk-produknya. Dapur Cokelat mempromosikan produk-produknya hanya dari iklan big board yang berada di depan toko karena produknya telah terkenal. Impor cokelat dilakukan untuk memberikan suguhan yang begitu nikmat tanpa harus membayar mahal. Dapur Cokelat juga menawarkan delivery service bagi para konsumen yang ingin memesan tanpa harus keluar rumah, jangkauan terjauh adalah wilayah Sidoarjo.



Desain Raja Inovasi Gadget


Sejak berdirinya apple tahun 1976, hingga saat ini, apple mengalami beberapa kali perubahan logo seiring perkembangan perusahaan dan berubahnya gaya hidup di masyarakat. Gambar pertama dibawah adalah gambar logo apple yang pertama, diciptakan pada tahun 1976 oleh Ronald Wayne.



   Saat itu apple baru meluncurkan komputer Apple 1 dan Apple 2 . Pada logo, digambarkan seorang Isaac Newton sedang duduk dibawah pohon apel (ia menemukan gaya gravitasi saat duduk dibawah pohon apel). Pohon apel yang dimaksud adalah pohon apel pengetahuan terlarang dalam cerita Adam dan Hawa. Logo pertama Apple terlihat sangat berbeda dengan logo Apple yang sekarang, perbedaan mendasar terletak pada tingkat kerumitan dalam logo. Steve jobs, salah satu pendiri apple menganggap logo ini terlalu intelektual dan detail, sehingga sulit diingat. Fakta tersebut membuat logo ini hanya digunakan satu tahun.
Pada tahun 1977, Steve jobs meminta Rob Janoff mendesain ulang logo apple. Logo apple selanjutnya lebih sederhana, terlihat buah apel yang tergigit (bite) dibaca seperti byte yang berarti satuan dalam kalkulasi komputer, sehingga makna logo lebih tersampaikan secara visual maupun secara aplikatif.
Stilasi buah apel di logo perusahaan Apple tersebut diisi dengan garis-garis warna- warni, garis pelangi yang urutannya tidak benar. Urutan yang tidak benar ini bukan dengan tidak disengaja dibuat Rob Janoff, melainkan melambangkan keluar dari aturan yang sudah ada maksudnya adalah keberanian dan kebebasan perusahaan apple untuk merevolusi teknologi. Selain itu warna-warna ini melambangkan vibrasi energy yaitu energy dari warna-warna pelangi,  serta komputer apple 2 lebih banyak menampilkan warna. Logo kedua yang dibuat pada era 70an ini dipengaruhi gaya hidup hippies. Sehingga logo menggunakan warna-warna yang cerah.
File written by Adobe Photoshop® 4.0
Gaya hippies

Pemakaian logo kedua ini dinilai kurang menjanjikan, dan ternyata memang omset penjualan produk Apple kala itu (apple2) kurang menjanjikan. Lalu para pendiri Apple membuat produk baru mereka yang dinamai macintosh, saat dibandingkan dengan apple 2, macintosh jauh lebih baik. Macintosh pun dipasarkan, dan mendapat respon yang positif dari masyarakat, penjualannya sukses di dunia.
Menurut Meyer Saphiro, gaya adalah bentuk konstan terkadang elemen konstan, kualitas, ekspresi. Dalam seni individu atau kelompok, gaya adalah suatu bentuk sistem. Apple mempunyai gaya yang khas, dan tersistem untuk menjadikan apple sebuah perushaan raksasa yang inovatif di masa depan, karena ke konsistenan apple dalam menghadirkan produk yang inovatif.
Penjualan produk-produk apple yang menguasai dunia, membawa perubahan image Apple menjadi barang yang berkelas membawa perubahan pula pada logonya. Digunakan sejak 1998, logo Apple menjadi sangat sederhana dengan memakai satu warna, yaitu silver, kadang putih. Perubahan ini membawa dampak pada desain produk-produknya yang tampak lebih minimalis, hal ini berkaitan dengan gaya hidup masyarakat yang semakin mengagungkan gaya hidup minimalis. Gaya hidup minimalis terlihat dari produk-produk Apple, contohnya pada mouse Apple sekarang yang hanya memakai satu tombol dan menggunakan teknologi nirkabel (tanpa kabel). Apple berusaha membuat teknis dalam berkomputer semakin sederhana.

            Pada produk Apple yang lain juga dapat kita lihat perbedaan yang mendasar antara teknologi Apple dengan teknologi dari perusahaan lain. Misalnya untuk accelerometer pada ipod dan iphone yang memakai sistem deteksi gravitasi, Apple menjadi pioneer dalam teknologi ini yang kemudian teknologi ini mulai diikuti oleh perusahaan lainnya. Dalam dekade terakhir ini Apple mencoba membawa kita ke loncatan teknologi dengan menyiapkan iphone5 yang memiliki fitur layar hologram yang tentunya perusahaan lain masih berkutat dengan layar LCD maupun LED.
            Lebih dari 275 juta unit yang sudah terjual hanya untuk  produk ipod saja, sementara iphone 4s terjual 4 juta unit dalam sepekan pada waktu peluncuran pertamanya (Jawa Pos minggu 25 September 2011) hal ini membuktikan bahwa Apple mempunyai konsistensi penjualan produknya yang tentunya diikuti oleh peningkatan jumlah konsumen fanatik Apple. Produk Apple yang berkualitas membuat para konsumen biasanya tidak berpindah ke merk lain, selain itu Apple juga selalu menawarkan inovasi yang selaras dengan pola gaya hidup masyarakat saat ini yang menuntut inovasi lebih pada suatu produk / karya. Dalam salah satu bukunya, David Channey mengutarakan akan gaya hidup yang cenderung terfokus pada tema-tema sosial tertentu dan menampilkan persoalan-persoalan yang berulang.
            Apple selalu membidik segmen-segmen yang sangat khusus, untuk produk ipod saja, apple membuat beberapa versi mulai dari yang berkapasitas besar sampai yang sekedar untuk aksesoris saja. Ipod 16 GB dan 32 GB ditujukan pada mereka yang sangat menyukai musik dan entertainment. Ipod nano diciptakan bagi mereka yang memasuki usia remaja sehingga diciptakan dengan warna-warna yang beragam yang sesuai dengan jiwa remaja. Ipod shuffle ditujukan bagi mereka yang suka berolahraga sambil mendengarkan musik.


Apple inc. tidak pernah mengikuti mainstream mode dalam pasar, mereka justru menciptakan mode itu sendiri. Gaya hidup akibat gadget sekarang ini di dominasi oleh gaya hidup yang diciptakan dari produk-produk keluaran apple. Menurut David Channey dalam bukunya yang berjudul lifestyles sebuah pengantar komperhensif, menyatakan bahwa afinitas tertentu dalam citarasa bersama adalah apa yang membedakan gaya hidup seseorang dengan yang lainnya, dan dengan demikian sensibilitas adalah fokus perhatian yang berulang-ulang bagi semua gaya hidup. Apple dengan inovasi teknologi yang digabung dengan citarasa seni dalam produknya dapat membedakan diri dengan produk sejenis dan mempunyai gaya hidup yang khas. Dengan sikap independen Apple yang memfokuskan diri pada lifestyle, Apple  menciptakan gap dengan merk lainnya. Hal ini tentu membuat Apple secara tidak langsung membranding diri sebagai raja inovasi teknologi gadget.

Usung Tema 'Rumah Jawa-Belanda'



Dewasa ini bisnis coffee shop semakin meluas dikalangan masyarakat. Dan saya adalah orang yang termasuk gemar mengunjungi berbagai coffee shop yang ada di kota Surabaya. Dan baru-baru ini saya menemukan coffee shop baru yang tempatnya sangat nyaman. Tempatnya tidak di tengah kota, tetapi tempat tersebut cukup mudah untuk di jangkau karena letaknya tidak jauh dari tempat saya kuliah (ITS). Namanya Oost Koffie & Thee. Terletak di jalan Kaliwaron 60, Surabaya. Konsep yang ditawarkan cukup menarik. Kolonial Belanda dan Jawa Klasik. Yang paling saya suka dari coffee shop ini yaitu suasananya, mulai interior sampe alunan musik yang diputar membuat kita seolah-olah seperti dirumah sendiri. Dan apabila ada pengunjung lain, itu seperti anggota keluarga sendiri. 



Saya melakukan wawancara kecil dengan owner kafe, Widyoseno Estitoyo. Banyak sekali fakta-fakta menarik tentang kafe ini. Munculnya ide mendirikan cafe ini berawal dari keinginan orang tua mas Seno yang ingin punya Cafe dan Pujasera. mas Seno lebih memilih untuk handle cafenya, dan sejak itu ia mulai memikirkan konsepnya. Ia melihat banyak sekali cafe kopi bermunculan, padahal masyarakat Indonesia lebih banyak peminum teh. Akhirnya ia memilih untuk bermain di segmen ini. Mulailah ia cari berbagai info tentang Teh dan cara meramunya. Untuk konsep Cafenya sendiri ia terinspirasi dari pengalamannya selama study di Belanda. Ia mengadopsi nuansa cafe disana dan dipadu dengan konsep Jawa.




Pertama kali masuk cafe ini, nuansa Jawa dan Belanda langsung terasa dari interior desainnya yang khas, dan makin kuat saat melihat buku menunya yang beralaskan talenan dengan gantungan mungil berbentuk sepatu belanda. Kalau kata pemiliknya, buku menu ini khas Belanda banget. Simple, tanpa photo dan lebih banyak memberikan informasi mengenai menu-menu yang ditawarkan.
Dulunya menu kopi ditampilkan lebih dulu ternyata peminat teh lebih banyak akhirnya ia merubah susunannya dengan menampilkan menu teh terlebih dahulu.

Pengunjung OOST beraneka ragam, dari anak muda hingga orang dewasa, mas Seno sendiri mengatakan dengan mengusung konsep yang unik, target pasar OOST meluas, "saya nggak mau idealis dengan banyaknya perkembangan. Alhamdulillah lebih baik dari harapan sebelumnya." Ujar Pria bertubuh jangkung ini. (LNG)