Selasa, 07 Mei 2013

Denim show for Surabaya




Sejumlah model memperagakan busana rancangan desainer-desainer berbakat saat gelaran SURABAYA FASHION PARADE 2013 di Convention Hall Tunjungan Plaza, Surabaya, tanggal 1 hingga 5 mei 2013. Dalam fashion show tersebut tampil juga peragaan desainer ternama, yakni Phillip Iswardono dan Putu Aliki, Philip menampilkan busana rancangannya yang menggunakan bahan dasar kain tenun lurik, sementara Putu Aliki menampilkan busana yang lebih terkesan ready to wear. Serabaya Fashion Parade adalah Event tahunan yang diselegggarakan Tunjungan Plaza Surabaya untuk para Desainer di Jawa Timur. SFP kali ini adalah yang ke enam kalinya diadakan. SFP memiliki sub event kompetisi untuk para desainer dan model yakni SURABAYA FASHION DESIGNER AWARD 2013, yang terbagi dalam beberapa kategori. Antara lain: Kategori Umum, Kategori Young, Kid’s Wear Fashion Design Competition 2013, Surabaya Model Search 2013, Surabaya Fashion Illustration Award 2013




 Surabaya Fashion Parade adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap dunia fashion khususnya desainer Jawa Timur, Tunjungan Plaza Surabaya pun mengadakan event tahunan fashion ini diperuntukkan khusus desainer Jatim, namun pada kenyataannya pesertanya tidak hanya diikuti oleh desainer Jawa Timur. Namun juga luar Jawa Timur.  Pada event ini juga APPMI (Assosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) Jawa Timur ikut memperagakan seluruh koleksi mereka. Dan tidak ketinggalan diundang juga beberapa desainer tamu dari Jakarta untuk memperagakan hasil karya mereka yang bisa menjadi referensi dan acuan bagi para desainer muda di Jawa Timur. Selain kompetisi, dan peragaan busana dari Putu Aliki dan Philip Iswardono, ada juga penampilan dari DENIMix by APPMI Jati, Designer's Etalage, Exclusive Fashion Show, Guest Designers Show.

Beragam kreativitas ditampilkan desainer muda berbakat pada ajang Surabaya Fashion Parade pada hari Rabu, 1 Mei di Hall Tunjungan Plaza. Diantaranya adalah Nurina Ayuningtyas, Siswi Tata Busana di Susan Budiharjo Surabaya. Ia  menampilkan desain baju yang memadukan warna oranye cerah dengan motif batik dan denim abu-abu polos , serasi dari atasan, bawahan dan sepatunya. Pemenang juara 3 kategori young desainer ini mengungkapkan “Konsep ini sebenarnya sederhana, hanya mengflip bagian motif batik dengan bagian denim, saya juga tidak menyangka saat bajunya jadi hasilnya akan sebagus ini, modelnya pun membawakan baju saya dengan sangat baik. Intinya saya senang lah.” Ungkap wanita yang baru memasuki tahun pertamanya di sekolah busana Susan Budiharjo ini. Ada Juga, Arief Susanto, mahasiswa Desain Produk Industri ITS tahun ketiga, yang mengaku kompetisi ini diwajibkan oleh dosen di salah satu mata kuliah, yakni desain fashion di kampusnya. “Saya sangat senang bisa bertemu desainer-desainer hebat, kenalan sama model, dan lain-lain soalnya kalo mau jadi desainer fashion kan juga harus punya banyak link juga, selain itu kita bisa nampan eksis karya kita, walaupun nggak menang nggak masalah karena semuanya sudah membuat saya senang. Apalagi waktu turun panggung ada yang minta CP, ngasih job, malah seneng lagi.” Kata pria jangkung umur 22 Tahun yang berharap SFP semakin baik dan berkelas untuk kedepannya, setidaknya seperti yang di ibu kota.





Surabaya Fashion Parade 2013 diharapkan menjadi Trend Setter Nasional. Gelaran Surabaya Fashion Parade 2013 berakhir sempurna dengan 80-an rancangan dari anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia. Mereka di antaranya, Denny Djoewardi, Alphiana Chandrajani, Elok Rege Napio, Melia Wijaya, Yunita Kosasih, Ayok Dwipancara, Lenny Kurniawati, Lilik Suhariyati, Lia Afif dan lain-lainnya. Dengan dihadirkannya karya-karya desainer Jatim dalam acara bertajuk Denim Innofashion ini, maka Surabaya Fashion Parade 2013 bakal hadir menemui fashionista Jatim pada tahun 2014 mendatang. “Sejak 1 Mei kita berturut-turut menampilkan konsep kasual dengan bahan jeans yang sangat ready to wear, semoga ini bisa menjadi trend setter fashion tahun ini,” harap Brigiv Aditya, salah satu media promotion di Tunjungan Plasa Surabaya.

Tak heran, pula pada penutupan ajang yang sudah digelar selama enam kali ini, para desainer menampilkan karya unik, etnik, elegan tapi tetap bisa untuk ready to wear atau diproduksi banyak. (LNG)


Photos taken from google.com/surabaya fashion parade


Tidak ada komentar:

Posting Komentar