Selasa, 11 Juni 2013

Desain Raja Inovasi Gadget


Sejak berdirinya apple tahun 1976, hingga saat ini, apple mengalami beberapa kali perubahan logo seiring perkembangan perusahaan dan berubahnya gaya hidup di masyarakat. Gambar pertama dibawah adalah gambar logo apple yang pertama, diciptakan pada tahun 1976 oleh Ronald Wayne.



   Saat itu apple baru meluncurkan komputer Apple 1 dan Apple 2 . Pada logo, digambarkan seorang Isaac Newton sedang duduk dibawah pohon apel (ia menemukan gaya gravitasi saat duduk dibawah pohon apel). Pohon apel yang dimaksud adalah pohon apel pengetahuan terlarang dalam cerita Adam dan Hawa. Logo pertama Apple terlihat sangat berbeda dengan logo Apple yang sekarang, perbedaan mendasar terletak pada tingkat kerumitan dalam logo. Steve jobs, salah satu pendiri apple menganggap logo ini terlalu intelektual dan detail, sehingga sulit diingat. Fakta tersebut membuat logo ini hanya digunakan satu tahun.
Pada tahun 1977, Steve jobs meminta Rob Janoff mendesain ulang logo apple. Logo apple selanjutnya lebih sederhana, terlihat buah apel yang tergigit (bite) dibaca seperti byte yang berarti satuan dalam kalkulasi komputer, sehingga makna logo lebih tersampaikan secara visual maupun secara aplikatif.
Stilasi buah apel di logo perusahaan Apple tersebut diisi dengan garis-garis warna- warni, garis pelangi yang urutannya tidak benar. Urutan yang tidak benar ini bukan dengan tidak disengaja dibuat Rob Janoff, melainkan melambangkan keluar dari aturan yang sudah ada maksudnya adalah keberanian dan kebebasan perusahaan apple untuk merevolusi teknologi. Selain itu warna-warna ini melambangkan vibrasi energy yaitu energy dari warna-warna pelangi,  serta komputer apple 2 lebih banyak menampilkan warna. Logo kedua yang dibuat pada era 70an ini dipengaruhi gaya hidup hippies. Sehingga logo menggunakan warna-warna yang cerah.
File written by Adobe Photoshop® 4.0
Gaya hippies

Pemakaian logo kedua ini dinilai kurang menjanjikan, dan ternyata memang omset penjualan produk Apple kala itu (apple2) kurang menjanjikan. Lalu para pendiri Apple membuat produk baru mereka yang dinamai macintosh, saat dibandingkan dengan apple 2, macintosh jauh lebih baik. Macintosh pun dipasarkan, dan mendapat respon yang positif dari masyarakat, penjualannya sukses di dunia.
Menurut Meyer Saphiro, gaya adalah bentuk konstan terkadang elemen konstan, kualitas, ekspresi. Dalam seni individu atau kelompok, gaya adalah suatu bentuk sistem. Apple mempunyai gaya yang khas, dan tersistem untuk menjadikan apple sebuah perushaan raksasa yang inovatif di masa depan, karena ke konsistenan apple dalam menghadirkan produk yang inovatif.
Penjualan produk-produk apple yang menguasai dunia, membawa perubahan image Apple menjadi barang yang berkelas membawa perubahan pula pada logonya. Digunakan sejak 1998, logo Apple menjadi sangat sederhana dengan memakai satu warna, yaitu silver, kadang putih. Perubahan ini membawa dampak pada desain produk-produknya yang tampak lebih minimalis, hal ini berkaitan dengan gaya hidup masyarakat yang semakin mengagungkan gaya hidup minimalis. Gaya hidup minimalis terlihat dari produk-produk Apple, contohnya pada mouse Apple sekarang yang hanya memakai satu tombol dan menggunakan teknologi nirkabel (tanpa kabel). Apple berusaha membuat teknis dalam berkomputer semakin sederhana.

            Pada produk Apple yang lain juga dapat kita lihat perbedaan yang mendasar antara teknologi Apple dengan teknologi dari perusahaan lain. Misalnya untuk accelerometer pada ipod dan iphone yang memakai sistem deteksi gravitasi, Apple menjadi pioneer dalam teknologi ini yang kemudian teknologi ini mulai diikuti oleh perusahaan lainnya. Dalam dekade terakhir ini Apple mencoba membawa kita ke loncatan teknologi dengan menyiapkan iphone5 yang memiliki fitur layar hologram yang tentunya perusahaan lain masih berkutat dengan layar LCD maupun LED.
            Lebih dari 275 juta unit yang sudah terjual hanya untuk  produk ipod saja, sementara iphone 4s terjual 4 juta unit dalam sepekan pada waktu peluncuran pertamanya (Jawa Pos minggu 25 September 2011) hal ini membuktikan bahwa Apple mempunyai konsistensi penjualan produknya yang tentunya diikuti oleh peningkatan jumlah konsumen fanatik Apple. Produk Apple yang berkualitas membuat para konsumen biasanya tidak berpindah ke merk lain, selain itu Apple juga selalu menawarkan inovasi yang selaras dengan pola gaya hidup masyarakat saat ini yang menuntut inovasi lebih pada suatu produk / karya. Dalam salah satu bukunya, David Channey mengutarakan akan gaya hidup yang cenderung terfokus pada tema-tema sosial tertentu dan menampilkan persoalan-persoalan yang berulang.
            Apple selalu membidik segmen-segmen yang sangat khusus, untuk produk ipod saja, apple membuat beberapa versi mulai dari yang berkapasitas besar sampai yang sekedar untuk aksesoris saja. Ipod 16 GB dan 32 GB ditujukan pada mereka yang sangat menyukai musik dan entertainment. Ipod nano diciptakan bagi mereka yang memasuki usia remaja sehingga diciptakan dengan warna-warna yang beragam yang sesuai dengan jiwa remaja. Ipod shuffle ditujukan bagi mereka yang suka berolahraga sambil mendengarkan musik.


Apple inc. tidak pernah mengikuti mainstream mode dalam pasar, mereka justru menciptakan mode itu sendiri. Gaya hidup akibat gadget sekarang ini di dominasi oleh gaya hidup yang diciptakan dari produk-produk keluaran apple. Menurut David Channey dalam bukunya yang berjudul lifestyles sebuah pengantar komperhensif, menyatakan bahwa afinitas tertentu dalam citarasa bersama adalah apa yang membedakan gaya hidup seseorang dengan yang lainnya, dan dengan demikian sensibilitas adalah fokus perhatian yang berulang-ulang bagi semua gaya hidup. Apple dengan inovasi teknologi yang digabung dengan citarasa seni dalam produknya dapat membedakan diri dengan produk sejenis dan mempunyai gaya hidup yang khas. Dengan sikap independen Apple yang memfokuskan diri pada lifestyle, Apple  menciptakan gap dengan merk lainnya. Hal ini tentu membuat Apple secara tidak langsung membranding diri sebagai raja inovasi teknologi gadget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar